SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Kabupaten Tangerang

Pemkab Tangerang Perkuat Monitoring Revitalisasi Gerakan Sayang Ibu 2026

Redaksi
13
×

Pemkab Tangerang Perkuat Monitoring Revitalisasi Gerakan Sayang Ibu 2026

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Pemkab menggelar Rapat Kelompok Kerja (Pokja) Revitalisasi Gerakan Sayang Ibu (GSI) Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Pemkab Kabupaten Tangerang, Kamis (5/2/2026).

Rapat lintasal sektor ini bertujuan memperkuat koordinasi serta memperketat pemantauan pelaksanaan GSI guna memastikan program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Advertisement
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam Berbagai Tertulis Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, yang dibacakan oleh Asisten Daerah I Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, mengatakan bahwa GSI merupakan pilar penting dalam pembangunan daerah. Pada tahun 2026, fokus utama GSI adalah mendukung percepatan penurunan dan penghapusan angka stunting.

“Intervensi GSI tidak hanya mencakup aspek kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup penguatan peran keluarga, partisipasi masyarakat, hingga pemberdayaan perempuan melalui Pengarusutamaan Gender (PUG),” ujar Prima saat menyampaikan pesan Bupati.

Prima menambahkan bahwa kunci keberhasilan program tahun ini terletak pada fungsi monitoring yang lebih ketat. Dengan pengawasan yang berkelanjutan, setiap kendala di lapangan dapat segera terdeteksi dan dicarikan solusinya.

“Kita ingin memastikan seluruh kegiatan GSI terpantau secara konsisten sehingga memberikan dampak nyata, bukan sekedar seremonial. Saya berharap ada kesamaan pemahaman dan sinergi yang kuat antar perangkat daerah,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang, Asep Suherman menjelaskan bahwa rapat ini bertujuan mendukung percepatan penurunan dan penghapusan stunting melalui penguatan pelaksanaan GSI.

Program GSI nantinya tidak hanya menitikberatkan pada layanan kesehatan, tetapi juga pada pemberdayaan perempuan dan pemberdayaan peran keluarga.

“Rapat Pokja Revitalisasi Gerakan Sayang Ibu bertujuan untuk mendukung percepatan penurunan dan penghapusan stunting sebagai prioritas pembangunan nasional dan daerah, melalui penguatan pelaksanaan Gerakan Sayang Ibu,” ujar Asep Suherman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *