SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Kabupaten Tangerang

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pasanggrahan Menjerit

Redaksi
65
×

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pasanggrahan Menjerit

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANG – Terlihat Rusak Parah Kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki di RT 04 RW 12 Blok K, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, tepatnya di belakang Indomaret Cibogo, mengarah ke perempatan jalur utama perumahan Taman Kirana Surya.

Hal tersebut dikatakan warga setempat, Bambang Hermanto yang juga ketua RT 01 RW 12 mengatakan, Sudah Lama jalan yang seharusnya menjadi akses utama masyarakat perumahan Kirana dan batara kini berubah menjadi jalur penuh lubang, becek saat hujan, dan berdebu saat kemarau sebuah potret nyata dari ketimpangan pembangunan yang dirasakan warga.

Advertisement
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kerusakan jalan ini bukan terjadi hari ini. Sudah, warga harus bertahan dalam kondisi yang sama tanpa kejelasan kapan perbaikan akan dilakukan.” ujar Bambang Hermanto. Minggu, (06/09/26).

Lanjutnya, setiap hari, aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah, para pekerja yang beraktivitas melalui jalan tersebut, hingga warga yang sekadar melintas, semuanya dipaksa berjibaku dengan jalan yang tak layak.

“Lebih menyakitkan lagi, lemahnya pengawasan dari pemerintah menjadi sorotan utama. Harapan masyarakat terhadap hadirnya negara dalam menjamin infrastruktur yang layak seolah pupus di tengah jalan yang hancur ini.” paparnya.

Masih kata ia, kami sebagai warga merasa menjadi korban ketidakadilan, di saat daerah lain menikmati jalan mulus, kami justru terus dipaksa bertahan dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Ironisnya, kewajiban masyarakat untuk membayar pajak setiap tahun tetap berjalan tanpa kompromi. Aparat tidak pernah absen dalam menagih. Namun, kehadiran mereka nyaris tak terasa ketika warga membutuhkan solusi nyata. Di mana letak keadilan jika kewajiban ditekan, tetapi hak dibiarkan terabaikan?,” pungkasnya.

Sementara aktivis pemerhati pembangunan Samsudin mengatakan, sorotan tajam pun diarahkan kepada seluruh pemangku kebijakan – mulai dari Dinas terkait melalui DPPP, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Solear, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Bahkan, suara kekecewaan ini sampai kepada Pemprov Banten, yang diharapkan tidak menutup mata terhadap kondisi nyata yang dialami warga perumahan Kirana yang notabene PSU nya sudah diserahkan pemkab Tangerang.” katanya.

Masih kata ia, jalan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi perekonomian warga perumahan Kirana dan Batara. Ketika jalan rusak dibiarkan berlarut-larut, maka yang rusak bukan hanya jalan, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.

“Warga kini tidak lagi sekadar berharap, mereka menuntut. Menuntut keadilan, menuntut kepedulian, dan menuntut tindakan nyata. Sebab bagi mereka, jalan yang layak bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar yang seharusnya dipenuhi oleh negara.” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *