SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Kabupaten Tangerang

Makam Warga Perumahan GMM Cempaka Kebanjiran, Diduga Dampak Proyek Turap dan Tertutupnya Aliran Air Susukan

Redaksi
56
×

Makam Warga Perumahan GMM Cempaka Kebanjiran, Diduga Dampak Proyek Turap dan Tertutupnya Aliran Air Susukan

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANG – Dampak buruk pembangunan proyek turap dan urugan Perumahan Puri Harmoni Cempaka 2 kini mulai dirasakan nyata oleh warga perumahan Griya Mustika Mandiri RT 06/04 Desa Cempaka Kecamatan Cisoka.

Berdasarkan hasil investigasi langsung di lapangan dan laporan dari sejumlah warga setempat, proyek tersebut diduga kuat menjadi pemicu utama terjadinya musibah banjir yang merendam area permukiman hingga wilayah pemakaman.

Advertisement
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi memprihatinkan tersebut dikeluhkan oleh warga berinisial U mengutarakan, saat hujan deras selama 1 jam lebih pada hari Minggu, 25 Oktober 2026, membuat area pemakaman dan permukiman warga terendam air setinggi lutut orang dewasa bahkan lebih.

Fakta ini pun dibenarkan langsung oleh Ketua RT 06/RW 04 Desa Cempaka, Pak Umar, melalui konfirmasi pesan singkat WhatsApp. Menurut keterangannya, pangkal permasalahan banjir timbul akibat adanya pembangunan turap serta ketiadaan saluran pembuangan air (selokan) yang memadai.

“Hal ini berawal dari pengerjaan proyek turap dan urugan tanah pembangunan Perumahan Harmoni 2, sehingga aliran pembuangan air ke susukan jadi terhambat. Apalagi jika hujan turun, air dari perkampungan, jalan raya utama, dan perumahan akan mengalir ke area terendah, tepatnya di pemakaman tersebut. Kondisi ini, sudah kami laporkan ke pemdes cempaka untuk di sampaikan ke pihak developer harmoni 2,” jelas Pak Umar, Senin (26/10/2026).

Ia juga menambahkan, hasil pengecekan di lapangan memperlihatkan kondisi beberapa titik turap sudah mulai retak akibat terkikisnya tanah di bagian pondasi bawah tanah.

“Situasi ini, tentu sangat mengancam serta membahayakan pemukiman warga sekitar, termasuk area lahan pemakaman.” tutupnya.

Sementara itu, salah seorang warga sekitar turut membenarkan situasi banjir yang ia rasakan di lokasi, dirinya menyayangkan belum adanya tindakan nyata dari pihak pengembang Perumahan Harmoni 2 hingga hari ini.

“Kami warga terus mendesak pihak developer, karena sebentar lagi masuk musim penghujan. Pembangunan drainase di sekitar turap merupakan tanggung jawab pihak Harmoni, sesuai dengan kesepakatan mediasi antara pihak Harmoni dan pihak desa,” ungkapnya.

Menanggapi permasalahan krusial ini, Kepala Bidang Investigasi LSM GNR Indonesia, Junaidin, angkat bicara. Ia mendesak agar Pemerintah Kecamatan Cisoka bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang segera mengambil langkah taktis guna mencegah dampak yang lebih luas.

“Saya berharap pihak Kecamatan Cisoka dan Bina marga segera turun ke lapangan untuk mengecek kelengkapan perizinannya. Khususnya, mengenai izin peil banjir Perumahan Harmoni Cempaka. Persoalan ini, akan segera kami laporkan secara resmi, baik lisan maupun tertulis, kepada pihak-pihak terkait,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *