SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Kabupaten Tangerang

Revisi Site plan Masih Proses, Perizinan PT RMI di Kawasan IGL Terhambat di DTRB

Redaksi
28
×

Revisi Site plan Masih Proses, Perizinan PT RMI di Kawasan IGL Terhambat di DTRB

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANG – Aktivitas penjualan kavling di kawasan industri PT Irama Gemilang Lestari (IGL) di Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, kini menuai sorotan tajam.

Pasalnya, kavling yang dipasarkan oleh PT IGL diketahui masih proses pengembangan (revisi site plan) yang hingga kini belum disahkan dan masih berproses di Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang.

Advertisement
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski status perencanaannya belum final. Terlihat, lahan di area kawasan  tersebut diduga telah diperjualbelikan kepada investor. Kondisi ini, menimbulkan pertanyaan serius terkait legalitas pemasaran serta kesiapan kawasan yang ditawarkan kepada investor.

Salah satunya, berdampak pada perizinan PT RMI, yang diketahui mengalami hambatan dalam pengurusan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Wendy selaku aktivis kabupaten Tangerang mengatakan, Proses PT. RMI tersebut tertahan karena Tim Penilai Ahli (TPA) telah memberikan saran agar pihak perusahaan (PT. RMI) untuk segera menyesuaikan site plan PT IGL yang akan diterbitkan oleh DTRB.

“Namun, hingga kini pihak PT IGL belum dapat menjelaskan revisi site plan tersebut. Hal itu, akan berdampak kepada investor lainnya,” kata Wendy.

Sementara itu perwakilan PT IGL, Grace saat di konfirmasi awak media di kantornya, membenarkan bahwa site plan kawasan IGL masih dalam proses revisi dan belum diterbitkan atau disahkan oleh DTRB.

Grace, mengatakan revisi dilakukan karena adanya perubahan, termasuk dampak dari perencanaan proyek jalan tol yang sebelumnya sempat masuk ke site plan area kawasan PT IGL. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan.

“Revisi siteplannya gak akan lama lagi selesai pak, lagi on proses di dinas tata ruang. Dan kami memproses itu sudah lama, hingga menghabiskan dana yang lumayan besar. Karena, dulu kan ada rencana proyek jalan tol tapi ga jadi,” tutup Grace kepada awak media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *