SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Kabupaten Tangerang

Ketua Forum RT/RW di Kirana Sebut 4 Oknum Ketua RW Tidak Transparan Terkait Dugaan Aliran Dana Koordinasi Proyek Jaringan Wifi Senilai 208 jutaan

Redaksi
60
×

Ketua Forum RT/RW di Kirana Sebut 4 Oknum Ketua RW Tidak Transparan Terkait Dugaan Aliran Dana Koordinasi Proyek Jaringan Wifi Senilai 208 jutaan

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANG – Ketua Forum RT/RW desa Pasanggrahan Solear Bambang Hermanto merasa kecewa terhadap oknum oknum RW atas dugaan aliran uang koordinasi pada proyek jaringan kabel fiber optik (Wifi-red) di kawasan perumahan Taman Kirana Surya yang tidak transparan.

Meskipun ia mengaku, telah menerima uang koordinasi tesebut dari ketua RW. Namun kata dia, setelah mengetahui besaran koordinasi yang diterima RW 09, 010, 011, dan 012, senilai Rp. 208.500.000, dirinya merasa kaget.

Advertisement
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasalnya, dari awal ia tidak mendapatkan sosialisasi secara utuh terkait besaran nominal anggaran yang diterima oleh oknum oknum ketua RW yang tertera di kwitansi.

“Saya merasa kecewa terkait permasalah ini, terlebih kepada sikap teman teman ketua RW yang tidak bisa memberikan informasi secara utuh soal besaran nominal yang diberikan oleh pihak provider. Soalnya, saya hanya diminta untuk tanda tangan penerimaan uang operasional, buat BOP, hanya itu.!!,” terang RT Bambang. Rabu (29/07/26).

Masih kata ketua forum, dirinya bersama rekan rekan RT dan warga akhirnya berinisiatif mendorong proses ini ke dua (2) institusi penegak hukum (Polri dan Kejaksaan). Hal itu, bertujuan untuk mengungkap kebenaran atas dugaan pungli yang di lakukan oleh oknum oknum ketua RW tersebut

“Mengingat, saya sebagai ketua forum RT/RW di Perumahan Kirana ini, yang mestinya turut diajak berkomunikasi terkait besaran Koordinasi yang diterima oleh oknum RW berupa kwitansi diatas materai lengkap dengan tanda tangan dan stempel. Bukti itu sudah kami lihat,” bebernya.

Iapun menceritakan, bahwa dirinya sempat mengajak berkomunikasi dengan cara mengundang para oknum RW untuk dimintai klarifikasi terkait berita yang sempat viral tersebut.

“Namun, mereka tidak bisa memenuhi permintaan undangan saya, dengan berbagai alasan yang tidak jelas. Berjalan nya waktu, akhirnya saya berusaha mencari informasi keberbagai pihak guna validasi terkait benar atau tidak dugaan tersebut. Bahkan, saya sempat menemui beberapa tokoh untuk dimintai pendapat, hingga akhirnya saya selaku ketua forum berkesimpulan bahwa berita viral yang bergulir di masyarakat harus segera di proses secara prosedural.” jelasnya.

Ketua Forum Bambang Hermanto berharap, kepada para oknum RW yang sempat diberitakan untuk bisa kooperatif, saat kasus ini sudah sampai ke Aparat Penegak Hukum (Polri/Kejaksaan). Klarifikasi ini, guna  memberikan informasi kepada warga Kirana atas dugaan aliran dana tersebut.

“Saya berharap, oknum oknum RW yang sempat diberitakan lebih kooperatif ketika diundang APH. Hal itu, guna menyelesaikan polemik yang bergulir di tengah masyarakat Kirana yang kian memanas akhir akhir ini.” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *