TANGERANG,KABARTANGERANGNEWS.COM — Proyek peningkatan jalan lingkungan menggunakan material hotmix di Perumahan Duta Asri Palem 6, Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan publik. Pasalnya, ketebalan dan kualitas hasil pekerjaan tersebut dipertanyakan oleh LSM Gema Banten.
Proyek yang bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi Banten itu memiliki nilai anggaran sebesar Rp184.940.000 dan dikerjakan oleh CV Mugi Jaya Putri. Namun, berdasarkan pantauan aktivis Barnas di lokasi, terdapat sejumlah kondisi pekerjaan yang dinilai perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut.
Barnas mengungkapkan, kondisi permukaan jalan yang baru beberapa hari selesai dikerjakan diduga belum menunjukkan kualitas yang diharapkan. Ia menyebutkan, material hotmix terlihat masih lembek dan belum mengeras secara optimal. Selain itu, di sejumlah titik permukaan jalan juga tampak mengalami retak-retak.
“Dari hasil pantauan di lapangan, kami menemukan sejumlah hal yang perlu dipertanyakan, terutama terkait kualitas material hotmix dan ketebalan lapisan jalan,” ungkap Barnas, Kamis (29/10/2026).
Ketebalan Hotmix Dipertanyakan
Selain kondisi permukaan jalan, Barnas juga menyoroti tahapan pelaksanaan pekerjaan. Menurut keterangannya, pada awal pengerjaan ia tidak melihat adanya proses penyaringan material hotmix terlebih dahulu.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan pengukuran yang dilakukannya di lokasi, ketebalan lapisan hotmix diduga hanya berkisar antara 0,1 hingga 1 sentimeter. Temuan tersebut, menurutnya, perlu diverifikasi melalui pengukuran teknis yang sesuai untuk memastikan ketebalan lapisan jalan yang sebenarnya.
Apabila ketebalan dan kualitas material tidak sesuai dengan spesifikasi teknis serta Rencana Anggaran Biaya (RAB), kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Namun, untuk memastikan ada atau tidaknya penyimpangan, diperlukan pemeriksaan dokumen kontrak, spesifikasi teknis, serta hasil pengujian lapangan oleh pihak yang berwenang.
LSM Gema Banten Siapkan Laporan
Kondisi jalan yang disebut telah mengalami keretakan meskipun baru beberapa hari selesai dikerjakan itu memunculkan pertanyaan dari kalangan aktivis dan warga setempat mengenai mutu hasil pembangunan.
Barnas menegaskan, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah data terkait pekerjaan tersebut dan berencana menyampaikan laporan kepada instansi berwenang.
“Data-data sudah saya kumpulkan. Dalam waktu dekat, saya akan melaporkan persoalan ini kepada instansi yang berwenang,” tegas Barnas.
Minta Pemeriksaan dan Klarifikasi
Atas temuan tersebut, instansi terkait diharapkan melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek, mulai dari kesesuaian spesifikasi teknis, ketebalan hotmix, mutu material, hingga hasil akhir pekerjaan.
Klarifikasi dari pihak pelaksana, CV Mugi Jaya Putri, serta instansi yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut juga diperlukan agar persoalan ini dapat diketahui secara objektif.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan atau tanggapan dari pihak pelaksana maupun instansi terkait yang dicantumkan dalam informasi awal mengenai temuan tersebut.
Pemeriksaan teknis dan klarifikasi dari seluruh pihak diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai kualitas pekerjaan peningkatan jalan lingkungan di Perumahan Duta Asri Palem 6, sekaligus memastikan penggunaan anggaran pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Catatan Redaksi: Dugaan mengenai kualitas dan ketebalan hotmix dalam berita ini bersumber dari keterangan aktivis Barnas. Kesimpulan mengenai kesesuaian pekerjaan dengan RAB dan spesifikasi teknis perlu menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang serta konfirmasi dari pihak-pihak terkait.














