SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Kabupaten Tangerang

Bupati Baru Tahu soal 33 Siswa Keracunan Massal MBG di Kronjo, Dapur SPPG Cirumpak Ditutup

Redaksi
35
×

Bupati Baru Tahu soal 33 Siswa Keracunan Massal MBG di Kronjo, Dapur SPPG Cirumpak Ditutup

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANG – Sebanyak 33 siswa di Kecamatan Kronjo, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu (29/4/2026).

Para siswa dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan diare setelah tiba di rumah. Berdasarkan data yang dihimpun, para korban berasal dari Desa Cirumpak dan telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kronjo dan Klinik Cayur.

Advertisement
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini, kondisi mereka dilaporkan berangsur membaik; sebagian besar telah diperbolehkan pulang, sementara dua anak masih menjalani perawatan intensif.

Menanggapi hal tersebut, Camat Kronjo, M. Mumu Mukhlis, menyatakan aparat kecamatan telah bergerak cepat memastikan para korban mendapat pelayanan terbaik.

“Kami pastikan para korban mendapatkan pelayanan yang terbaik,” ujarnya.

Sementara, Kapolsek Kronjo, Iptu Bayu Sujatmiko, turut menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan. Dugaan sementara dari hasil pemeriksaan awal mengarah pada menu makaroni yang diduga telah terkontaminasi bakteri karena proses pengolahan yang dilakukan sejak malam sebelumnya.

“Makaroni yang dimasak sejak malam sebelumnya diduga menjadi penyebab karena kemungkinan sudah terpapar bakteri,” ungkap Kapolsek Kronjo.

Pasca kejadian ini, dapur SPPG Ditutup, belum ada SLHS Pasca insiden, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cirumpak yang berada di bawah naungan Yayasan Leuit Abipraya Nawasena.

Tim dari Dinas kesehatan kabupaten Tangerang juga telah mengambil sampel makanan untuk di uji di laboratorium, hasil uji laboratorium di perkirakan akan keluar dalam 7 Hingga 10 Hari.

“Mereka baru mengurus izin, izin operasional sudah keluar dari BGN, tapi ke Dinkes baru mulai proses,” ujar kadis Dinkes Hendra.

Di sisi lain, Bupati Tangerang moch.maesyal Rasyid mengaku belum menerima informasi detail terkait peristiwa ini, saat di konfirmasi oleh wartawan seusai apel, ia hanya memberikan pernyataan singkat dan berjanji akan segera mengecek kebenaran informasi tersebut.

Kini kepolisian masih terus melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab keracunan sambil menunggu hasil uji laboratorium, program MBG di wilayah tersebut di ketahui menjangkau hingga 2.820 penerima manfaat termasuk siswa, PAUD, Ibu hamil dan Balita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *