SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Kesehatan

Bupati Tekankan Penguatan Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi di Kabupaten Tangerang

Redaksi
27
×

Bupati Tekankan Penguatan Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi di Kabupaten Tangerang

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka acara pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir Kabupaten Tangerang yang digelar di Hotel Vega Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Selasa (19/5/26).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang.

Advertisement
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam berbagai hal, Bupati Maesyal menegaskan bahwa kesehatan ibu dan bayi merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan daerah dan bangsa. Menurutnya, ibu yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing sehingga upaya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir harus terus ditingkatkan dan menjadi perhatian bersama.

“Upaya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir bukan sekedar program kesehatan semata, namun investasi besar untuk masa depan. Karena satu nyawa ibu dan satu nyawa bayi sangat berarti bagi masa depan keluarga dan masa depan daerah ini,” ujar Bupati Maesyal.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan. Salah satu indikatornya terlihat dari penurunan angka kematian ibu (AKI) yang turun dari 34 kasus pada tahun 2024 menjadi 23 kasus pada tahun 2025.

“Alhamdulillah, kita melihat adanya penurunan angka kematian ibu dari 34 kasus pada tahun 2024 menjadi 23 kasus pada tahun 2025. Ini merupakan pencapaian yang patut kita syukuri dan menjadi hasil kerja bersama seluruh pihak,” katanya.

Meski demikian, Bupati Maesyal juga mengingatkan bahwa angka kematian bayi (AKB) masih menjadi perhatian serius karena angka kasus pada tahun 2024 dan tahun 2025, masih belum ada perubahan yang cukup signifikan. Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi evaluasi bersama untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh.

Menurutnya, tingginya sasaran kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang membutuhkan kesiapan pelayanan kesehatan yang semakin optimal, cepat, tepat, dan terintegrasi. Mulai dari masa kehamilan, persalinan, hingga bayi lahir harus mendapatkan pengawasan dan pelayanan kesehatan yang aman serta berkualitas.

“Saya mohon Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir agar terus meningkatkan pemantauan, monitoring, evaluasi, serta respon cepat terhadap setiap potensi risiko yang terjadi di lapangan. Kita harus memastikan tidak ada keterlambatan penanganan, tidak ada kendala rujukan, dan tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tirmizi, menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat menekan angka kematian ibu dan bayi.

Kegiatan ini mempertemukan dan mengumpulkan seluruh pihak terkait, mulai dari manajemen rumah sakit, para kepala Puskesmas, BPJS Kesehatan, hingga organisasi profesi guna menciptakan komitmen dan tindak lanjut yang nyata di lapangan.

“Tim ini memiliki fungsi strategis untuk memberikan masukan serta melakukan observasi (review) mendalam terhadap kegiatan penanganan pada tahun-tahun sebelumnya, yang nantinya akan dijadikan dasar evaluasi bagi Dinas Kesehatan dalam menyusun langkah-langkah penanganan yang lebih efektif,” jelas Hendra

Dinkes juga telah menjalankan berbagai upaya nyata untuk memaksimalkan pelayanan, meliputi pembangunan sistem rujukan yang terintegrasi, pemberian penyuluhan intensif kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala, hingga penguatan mutu dan kapasitas para tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas maupun rumah sakit.

​”Meskipun angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang saat ini sudah berada di bawah rata-rata angka nasional, kami (Dinkes) tetap berkomitmen penuh untuk terus menurunkannya agar lebih rendah dari pencapaian tahun 2025,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *