SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Kabupaten Tangerang

Proyek Betonisasi Jalan di Desa Tanjakan Disorot, Aktivis Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi

Redaksi
91
×

Proyek Betonisasi Jalan di Desa Tanjakan Disorot, Aktivis Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANG – Proyek pengecoran betonisasi Jalan Kampung Tegal RT 013/RW 005, Desa Tanjakan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan publik. Proyek yang dikerjakan pada Senin malam hingga Selasa (27/7/2026) itu diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis serta tidak dilengkapi papan informasi proyek.

Sorotan tersebut muncul setelah sejumlah warga dan aktivis melakukan pemantauan langsung di lokasi pekerjaan. Mereka menilai pelaksanaan proyek kurang mendapatkan pengawasan sehingga berpotensi memengaruhi kualitas hasil pembangunan.

Advertisement
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang aktivis yang enggan disebutkan namanya dan berinisial IW mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Ketebalan beton di beberapa titik diperkirakan hanya sekitar 10 hingga 13 sentimeter, sehingga diduga tidak memenuhi ukuran minimum standar teknis. Selain itu, kami juga tidak melihat adanya proses pemadatan yang memadai sebelum pengecoran dilakukan. Bekisting di sisi kiri dan kanan jalan terlihat tidak rata, serta jalan lama juga tidak dibongkar terlebih dahulu,” ujar IW.

Selain persoalan teknis, proyek tersebut juga menjadi perhatian karena tidak ditemukan papan informasi proyek di lokasi. Padahal, papan proyek merupakan bagian dari prinsip keterbukaan informasi publik yang memuat data mengenai sumber anggaran, nilai kontrak, volume pekerjaan, pelaksana, hingga jangka waktu pelaksanaan.

IW berharap instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek tersebut agar kualitas pembangunan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dan penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan tersebut. Media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi sehingga pemberitaan tetap berimbang sesuai kaidah jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *