SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita

Fahri Pemuda Putus Sekolah Mengais Rejeki Dengan Perbaiki Jalan Rusak dan Berlubang

Redaksi
253
×

Fahri Pemuda Putus Sekolah Mengais Rejeki Dengan Perbaiki Jalan Rusak dan Berlubang

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANG – Kisah memilukan menyayat hati terjadi pada seorang pemuda belasan tahun bernama Fahri (17) yang mengaku telah putus sekolah rela berpanas-panasan setiap hari bekerja memperbaiki dan membersihkan ruas jalan raya Cirarab, Kecamatan Sukadiri yang kotor serta berlubang.

Terlihat dirinya tampak lusuh, berkulit legam terbakar matahari dengan alat seadanya tetap bekerja memperbaiki dan membersihkan jalan dengan urugan tanah dari mobil truk truk yang melintas.

Advertisement
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ditemui tim awak media, dirinya mengaku tinggal bersama ibunya di Desa Rawa Kidang, Kecamatan Sukadiri. Ayahnya, telah lama meninggal dunia meninggalkan keluarga kecil itu dalam keterbatasan ekonomi. Sejak, kelas 4 Sekolah Dasar, Fahri sudah tidak lagi bisa melanjutkan pendidikan karena ketiadaan biaya.

“Saya dulu sekolah cuma sampai kelas 4 SD, gak punya duit. Bapak udah gak ada. Sekarang bantu-bantu bersihin tanah di jalan pakai pacul yang ada buat makan, mau cari kerjaan susah juga gak punya ijazah,” tutur Fahri kepada awak media. Kamis (9/10/2025) sekira pukul 11.30.

Setiap pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, Fahri berjalan menyusuri lorong perkampungan dengan membawa cangkul dan sekop tua menuju jalan raya cirarab. Dirinya, dengan telaten berusaha memperbaiki jalan – jalan yang berlubang yang kerap di lintasi kendaraan R2 dan R4.

Di tepi jalan, Fahri meletakkan kardus bekas mie instan sebagai wadah berharap sedekah dari pengendara yang lewat. Ia, tidak meminta banyak hanya mengharapkan kebaikan hati siapa-pun yang tergerak hatinya melihat usahanya.

Perlu diketahui, kondisi ruas jalan Cirarab sendiri tampak memprihatinkan. Permukaan beton yang pecah dan terbelah terlihat di banyak titik membuat kendaraan berguncang hebat setip kali melintas seolah diombang-ambing ombak di lautan, mengerikan .

Kisah Fahri menjadi potret nyata masih adanya anak muda di pelosok daerah yang terpaksa mengorbankan masa depan pendidikan demi bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi dan “Minimnya perhatian pemerintah”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *