SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang Tinjau Proses Pematangan Lahan TPA Jatiwaringin untuk Pembangunan PSEL

Redaksi
40
×

Bupati Tangerang Tinjau Proses Pematangan Lahan TPA Jatiwaringin untuk Pembangunan PSEL

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANGBupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meninjau langsung progres kesiapan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang berlokasi di Kecamatan Mauk kabupaten Tangerang Provinsi Banten, Senin (5/1/26).

Dalam kunjungannya, Bupati Maesyal Rasyid didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang serta Direktur PDAM Tirta Kerta Raharja, Kepala Desa Jatiwaringin,Bupati  bersama rombongan melihat langsung kemajuan pemanasan dan pemadatan lahan yang menjadi tahapan awal pembangunan fasilitas pengolahan berbasis energi tersebut.

Advertisement
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Direktur PDAM meninjau TPA Jatiwaringin untuk melihat sejauh mana kesiapan pemadatan lahan dan pemadatan lahan yang akan dijadikan lokasi pengolahan sampah menjadi tenaga listrik. Secara keseluruhan progresnya sudah mencapai sekitar 95 persen,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dia menjelaskan bahwa pekerjaan yang masih dilakukan adalah pemanasan dan pemadatan akhir lahan. Namun demikian, proses tersebut mengalami sedikit kendala karena kondisi cuaca musim hujan.

“Memang ada sedikit kendala karena faktor cuaca, tapi kita lihat sudah ada upaya yang sangat baik dari DLH, termasuk penutupan gunungan dan timbunan sampah dengan geomembran. Ini merupakan langkah positif dalam pengelolaan TPA,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa setelah seluruh proses pematangan dan pemadatan lahan selesai, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera melaporkan kesiapan tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai tindak lanjut lebih lanjut pembangunan PSEL.

Terkait volume pasokan sampah, pihaknya menekankan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki volume sampah yang mencukupi untuk mendukung operasional PSEL di kemudian hari

“Kebutuhan minimal itu 1.000 ton sampah perhari. Di Kabupaten Tangerang sendiri saat ini sudah mencapai kurang lebih 2.700 ton perhari. Bahkan ke depannya akan ada kolaborasi dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan,” jelasnya.

Dia berharap, kehadiran PSEL di TPA Jatiwaringin nantinya dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan.

“Harapan kami, pengolahan sampah menjadi tenaga listrik ini dapat berjalan dengan tertib, optimal, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta lingkungan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *