SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Kabupaten TangerangKesehatan

Launching Gerebek Posyandu 2026, Pemkab Tangerang Gencarkan Imunisasi Balita dan Cegah Stunting

Redaksi
115
×

Launching Gerebek Posyandu 2026, Pemkab Tangerang Gencarkan Imunisasi Balita dan Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANG — Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menggencarkan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui pelaksanaan imunisasi balita, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peningkatan gizi ibu hamil. Upaya tersebut ditandai dengan Peluncuran Gerebek Posyandu 2026 yang digelar di Perum Villa Permata Balaraja, Kecamatan Balaraja, Selasa (7/1/26).

Mengusung pesan “Pantau Berat Badan dan Tinggi Badan Balita serta Gizi Ibu Hamil Secara Teratur dan Imunisasi lengkap Untuk Cegah Stunting” menjadi langkah strategi Pemkab Tangerang dalam mendekatkan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat.

Advertisement
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Gerebek Posyandu merupakan penguatan dari aktivitas Posyandu yang sejatinya sudah berjalan rutin sejak 2 Januari 2026, namun pencanangan besarnya dilaksanakan secara ringkas di Balaraja.

“Alhamdulillah, hari ini kita hadir di Villa Permata Balaraja untuk memulai pencanangan Gerebek Posyandu se-Kabupaten Tangerang. Kegiatan Posyandu sebenarnya sudah berjalan, namun hari ini kita canangkan secara resmi sebagai gerakan bersama,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menjelaskan, pelayanan Posyandu meliputi imunisasi balita, pemberian makanan tambahan (PMT), serta pemeriksaan kesehatan ibu hamil yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Posyandu juga berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan gratis yang mudah diakses masyarakat.

“Posyandu ini berada dekat dengan lingkungan masyarakat. Warga tidak perlu jauh-jauh ke Puskesmas atau rumah sakit. Imunisasi balita, PMT, hingga pemeriksaan ibu hamil semuanya bisa dilayani di Posyandu,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini memiliki enam bidang layanan, yakni kesehatan, pendidikan, perumahan rakyat, pekerjaan umum, perlindungan masyarakat, dan sosial.

“Posyandu bukan hanya sekedar tempat kegiatan kesehatan, tetapi pelayanan pusat masyarakat dengan enam komponen. Model ini akan terus kita sosialisasikan ke desa-desa agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmidzi menjelaskan bahwa pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil bersumber dari berbagai pendanaan, baik Dana Desa, APBD Kabupaten Tangerang, maupun APBN dari Kementerian Kesehatan.

“Penyuluhan PMT bertujuan mendorong datang masyarakat ke Posyandu dan bersumber dari Dana Desa. Sedangkan PMT pemulihan diberikan kepada balita dengan berat badan menurun, berisiko stunting, atau gizi buruk, yang dananya berasal dari APBD dan APBN,” jelas dr. Hendra.

Dia menyebutkan, pada tahun 2026 Pemkab Tangerang menargetkan pemulihan PMT untuk sekitar 12.000 balita bermasalah gizi dan sekitar 5.000 ibu hamil berisiko. Seluruh sasaran akan melalui proses skrining di Posyandu untuk menentukan bentuk intervensi yang tepat.

“Intervensinya bisa berupa pemeriksaan kesehatan, pemberian tablet tambah darah, PMT, hingga rujukan ke dokter spesialis di rumah sakit bila diperlukan,” ungkapnya.

Menurutnya, Gerebek Posyandu merupakan inovasi lintas sektor yang dimulai sejak tahun 2024 untuk menggerakkan partisipasi masyarakat, khususnya di wilayah perkampungan yang selama ini sulit menjangkau layanan kesehatan.

“Dengan dukungan camat dan kepala desa, kami ingin memetakan secara akurat balita dan ibu hamil berisiko. Alhamdulillah, angka balita berisiko stunting sudah menurun signifikan dari sekitar 17 ribu menjadi 9 ribu, terutama di wilayah Pantura, dan beberapa kecamatan,” lainnya.

Pihaknya berharap melalui Gerebek Posyandu 2026, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap dapat terus menurunkan angka stunting serta menekan angka kematian ibu dan bayi demi mewujudkan masyarakat Tangerang yang sehat dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *