KABUPATEN TANGERANG — Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar terus diperkuat melalui kolaborasi antara aparat kepolisian dan lembaga pendidikan Polsek Mauk bersama MTs Mathla’ul Anwar Buaranjati menggelar kegiatan sosialisasi tentang upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dalam rangka mewujudkan program “Madrasah Maju, Generasi Tangguh Tanpa Narkoba”, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung di lingkungan madrasah dan diikuti para guru serta siswa-siswi dengan penuh antusias. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari jajaran intelijen Polsek Mauk guna memberikan edukasi langsung terkait bahaya narkotika dan zat adiktif lainnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala MTs Mathla’ul Anwar Buaran jati, Subur Indra Diantoro, Ps Panit Intel Polsek Mauk, Aipda M. Syafei, Banit Intel Polsek Mauk, Bripka Heri Sugianto, jajaran dewan guru, serta para siswa MTs Mathla’ul Anwar Buaran jati.
Dalam sambutannya, Kepala MTs Mathla’ul Anwar Buaran jati, Subur Indra Diantoro, S.Ag., menegaskan bahwa edukasi mengenai bahaya narkoba sangat penting diberikan kepada generasi muda sejak dini. Menurutnya, masa remaja merupakan periode yang rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan sehingga diperlukan penguatan karakter dan pengawasan bersama.
“Masa remaja merupakan fase penting dalam menentukan masa depan. Di usia ini para pelajar memiliki semangat, potensi, dan cita-cita besar yang harus dijaga bersama. Karena itu kami memandang edukasi tentang bahaya narkoba sangat penting diberikan sejak dini agar para siswa memiliki pemahaman yang kuat dan tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif,” ujarnya.
Ia juga meminta para siswa mengikuti kegiatan sosialisasi dengan serius dan aktif bertanya agar memperoleh pemahaman yang benar mengenai ancaman penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Ps Panit Intel Polsek Mauk, Aipda M. Syafei, menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak kesehatan fisik, mental, serta kehidupan sosial penggunanya. Ia menegaskan bahwa narkotika tidak hanya menghancurkan masa depan individu, tetapi juga berdampak luas terhadap keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Narkoba bukan hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan mental, masa depan, bahkan hubungan sosial dan keluarga. Generasi muda harus memahami bahwa penyalahgunaan narkotika dapat menyebabkan ketergantungan, gangguan psikologis, hingga tindak kriminalitas. Karena itu kami mengajak seluruh siswa untuk berani mengatakan tidak terhadap narkoba dalam bentuk apa pun,” katanya.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya beserta dampak negatifnya terhadap tubuh dan mental.
Aipda M. Syafei menjelaskan bahwa penggunaan narkoba dapat merusak sistem saraf pusat dan otak sehingga mengganggu kemampuan berpikir, daya ingat, dan konsentrasi. Selain itu, narkoba juga dapat memicu gangguan jantung, kerusakan hati, gagal ginjal, gangguan paru-paru, hingga risiko kematian akibat overdosis.
Dari sisi psikologis, penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan halusinasi, depresi, kecemasan berlebihan, gangguan kejiwaan, serta ketergantungan yang sulit dihentikan tanpa penanganan medis dan rehabilitasi.
Tak hanya itu, dampak sosial akibat penyalahgunaan narkoba juga dinilai sangat serius, mulai dari meningkatnya tindak kriminalitas, putus sekolah, rusaknya hubungan keluarga, hingga hilangnya masa depan generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum bagi pengguna maupun pengedar narkoba sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Selain edukasi bahaya narkoba, para pelajar turut dibekali strategi pencegahan melalui pola hidup sehat, pemilihan lingkungan pergaulan yang positif, serta penguatan aktivitas produktif di lingkungan sekolah.
“Pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara sekolah, keluarga, aparat kepolisian, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan positif bagi para pelajar. Melalui kegiatan ini kami berharap lahir generasi yang tangguh, disiplin, berprestasi, serta memiliki kesadaran kuat untuk menjauhi narkoba,” tambah Aipda M. Syafei.
Pihak sekolah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program “Sekolah BERSINAR” atau Bersih Narkoba melalui pembinaan karakter, konseling, serta kegiatan ekstrakurikuler yang positif bagi siswa.
Para siswa diajak aktif mengikuti kegiatan olahraga, seni, organisasi sekolah, dan kepramukaan sebagai langkah membangun daya tangkal terhadap pengaruh negatif lingkungan.
“Pelajar hari ini adalah calon pemimpin masa depan bangsa. Mereka harus dijaga dari ancaman narkotika dan diberikan ruang untuk berkembang melalui kegiatan yang positif dan produktif,” tegas Ps Panit Intel Polsek Mauk, Aipda M. Syafei.
Kegiatan sosialisasi berakhir sekitar pukul 10.30 WIB dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.













