SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Kabupaten Tangerang

Pengguna Jalan Raya Gintung Talang–Mauk Kecewa, Proyek Jalan Tanpa Jalur Alternatif Sebabkan Kemacetan Parah

Redaksi
26
×

Pengguna Jalan Raya Gintung Talang–Mauk Kecewa, Proyek Jalan Tanpa Jalur Alternatif Sebabkan Kemacetan Parah

Sebarkan artikel ini
oppo_2

KABUPATEN TANGERANG – Para pengguna Jalan Raya Gintung–Mauk mengeluhkan kemacetan parah yang terjadi akibat pelaksanaan proyek perbaikan jalan. Mereka menilai proyek tersebut tidak disertai pengaturan lalu lintas maupun jalur alternatif yang memadai, sehingga kendaraan menumpuk dan arus lalu lintas tersendat dalam waktu yang cukup lama, Jumat (07/08/2026).

Pantauan Media kabartangerangnews.com di lokasi menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular dari kedua arah. Penyempitan badan jalan akibat aktivitas proyek membuat kendaraan harus bergantian melintas, sementara tidak terlihat jalur khusus maupun rekayasa lalu lintas yang efektif untuk mengurai kepadatan.

Advertisement
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
oppo_2

Salah seorang pengguna jalan, Kevin, mengaku sangat kecewa dengan kondisi tersebut. Menurutnya, kemacetan hampir setiap hari terjadi dan menghambat aktivitas masyarakat.

“Kami mendukung pembangunan jalan, tetapi seharusnya pelaksana proyek juga memikirkan kenyamanan pengguna jalan. Tidak adanya jalur alternatif maupun pengaturan lalu lintas membuat kemacetan semakin parah,” ujarnya.

Selain menghambat mobilitas warga, kemacetan juga berdampak pada aktivitas para pekerja, pelajar, hingga pengusaha yang melintasi jalur Gintung–Mauk setiap hari. Warga berharap pihak pelaksana proyek segera melakukan evaluasi dengan menyediakan jalur sementara, memasang rambu-rambu yang jelas, serta menempatkan petugas pengatur lalu lintas agar arus kendaraan tetap lancar.

Masyarakat juga meminta instansi terkait untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek agar tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Mereka berharap pembangunan infrastruktur dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengorbankan kelancaran aktivitas masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *