SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Edukasi

Proyek TRK SMPN 7 Solear Milik Dinas Pendidikan, Diduga Abaikan Keselamatan Siswa dan Para Pekerja

Redaksi
121
×

Proyek TRK SMPN 7 Solear Milik Dinas Pendidikan, Diduga Abaikan Keselamatan Siswa dan Para Pekerja

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANG – Pelaksanaan proyek TRK SMPN 7 Solear yang dianggarkan dari APBD 2026 Dinas Pendidikan dengan nilai Rp. 1.174.986.000.diduga perencanaan dari Dinas dan pihak ketiga PT Putra Perwira Abadi abaikan keselamatan siswa dan para pekerja itu sendiri.

Pasalnya, pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut tidak mengunakan pagar pembatas (Tidak ada di RAB-red), sehingga para siswa bebas melintas disekitar proyek tanpa menyadari keselamatannya. Bahkan, para pekerja terlihat minim menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Advertisement
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Para siswa dan guru tidak menyadari bahayanya bila melintas di sekitar proyek berlantai yang tidak menggunakan pagar pembatas, bahkan saya lihat para pekerja juga hanya beberapa orang yang menggunakan APD, itu juga gak lengkap,” ujar salah satu orang tua siswa. Selasa (29/9/26).

Photo; Fisik Bangunan (Dok.kabartangerangnews.com)

Masih kata ia, para pekerja pun terkesan jorok, dilihat banyaknya benda benda tajam yang berserakan di mana-mana, seperti, kawat berkarat, paku, bekas potongan besi dan benda tajam lainnya berserakan dimana-mana.

“Utusan pemborong nya juga sempat saya tegur, karena juga gak inisiatif membuat rekayasa pagar pembatas, padahal bisa menggunakan spanduk atau banner yang bisa dijadikan pagar pembatas,” katanya.

Sementara itu, Alek selaku perwakilan PT. Putra Perwira Abadi mengatakan, bahwa untuk anggaran pagar pembatas tidak ada di Rencana Anggaran Belanja (RAB) Dinas Pendidikan, sedangkan soal APD kami sudah sediakan, untuk komplain nan banyaknya benda tajam yang berserakan dijalan, dirinya sudah menegur mandor pekerja.

“Untuk anggaran pagar pembatas tidak ada di RAB pak. Sedangkan soal APD kami sudah sediakan, Kemudian untuk keluhan dan masukannya, saya berterima kasih sudah diingatkan dan juga sudah saya sampaikan ke mandor tukang untuk dibersihkan,” ujarnya saat dilokasi.

Ditempat terpisah, Topik pelaksana proyek tersebut juga mengatakan, selain anggaran pagar pembatas yang tidak ada di RAB, ia pun membeberkan, bahwa anggaran untuk bedeng atau direksi kit sudah ditiadakan oleh Dinas.

“Iyya dari dinas memang ngga ada dan bahkan untuk bedeng & direksi kid juga sudah di tiadakan, karena semua anggaran itu dipangkas oleh pusat,” pungkasnya. Rabu (30/09/26).

Sampai berita ini ditayangkan, terlihat dilokasi proyek masih ditemukan benda benda tajam yang berserakan. Sedangkan terkait pagar pembatas pihak Dinas Pendidikan belum dapat dimintai keterangan dikarenakan akses konfirmasi yang terbatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *