SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Kabupaten Tangerang

7 Faktor Banjir di TPA Jatiwaringin, Ini Penyebabnya

Redaksi
82
×

7 Faktor Banjir di TPA Jatiwaringin, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANG – Banjir di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA), seperti kasus di Jatiwaringin, Kecamatan Mauk kabupaten Tangerang Provinsi Banten utamanya disebabkan oleh longsoran sampah gunungan yang menimbun dan menyumbat aliran kali/sungai, Minggu (08/03/2026).

Kurtubi Selaku Tokoh Masyarakat Tangerang Angkat bicara “Kondisi ini diperparah oleh volume sampah yang melampaui kapasitas (overload), hujan deras, serta pengelolaan sampah yang kurang memadai.

Advertisement
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Photo: Kurtubi Tokoh Masyarakat Tangerang (TMT).

Berikut 7 faktor yang terjadi di TPA Jatiwaringin seperti berikut.

– *Hujan Ekstrem*: Intensitas hujan yang tinggi dan durasi yang lama dapat menyebabkan tanah di sekitar TPA menjadi jenuh dan tidak dapat menyerap air lagi, sehingga air meluap ke permukaan.

– *Drainase yang Kurang Baik*: Sistem drainase di TPA yang tidak dirancang untuk menampung volume air yang besar dapat menyebabkan air tidak dapat mengalir dengan lancar.

– *Topografi Wilayah*: TPA yang terletak di daerah yang relatif rendah dapat membuat air hujan dengan mudah mengalir ke wilayah tersebut.

– *Penumpukan Sampah yang Tidak Teratur*: Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menyumbat saluran drainase dan menyebabkan air tidak dapat mengalir.

– *Kurangnya Vegetasi*: Kurangnya vegetasi di sekitar TPA dapat meningkatkan risiko erosi tanah dan meningkatkan aliran air permukaan.

– *Perubahan Tata Guna Lahan*: Perubahan tata guna lahan di sekitar TPA dapat meningkatkan risiko banjir dengan mengubah pola aliran air alami.

– *Kualitas Konstruksi TPA*: Konstruksi TPA yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan kebocoran atau kegagalan struktur, sehingga air dapat masuk ke dalam TPA”Pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *