SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Kabupaten Tangerang

Polemik Banjir Jalan Sumur Wareng di Respon Wabup Tangerang, Ini Kata Intan Nurul Hikmah

Redaksi
123
×

Polemik Banjir Jalan Sumur Wareng di Respon Wabup Tangerang, Ini Kata Intan Nurul Hikmah

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN TANGERANGWakil Bupati Kabupaten Tangerang, Intan Nurul Hikmah, merespons cepat kondisi Jalan Sumur Wareng yang kerap dikeluhkan warga akibat genangan air dan banjir yang memutus akses Kampung Cikupa Induk menuju Samprok, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa kabupaten Tangerang, Selasa (11/11/2025).

Melalui pesan singkat, Intan Nurul Hikmah menyampaikan bahwa penanggulangan banjir di Jalan Sumur Wareng telah menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang dan sudah dimasukkan dalam rencana anggaran tahun 2026.

Advertisement
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ini sudah dimasukkan di anggaran 2026 ya Kang, penanggulangan banjir,” ujar Wabup Intan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Endang Sukendar, membenarkan bahwa anggaran penanggulangan banjir di Jalan Sumur Wareng memang telah dialokasikan dan dijadwalkan untuk direalisasikan pada tahun 2026.

“Iya benar, sudah di plotting di anggaran tahun 2026,” tuturnya.

Sebelumnya, kondisi Jalan Sumur Wareng menjadi sorotan dan ramai diberitakan oleh sejumlah media akibat genangan air yang sering terjadi setiap kali hujan deras turun, sehingga mengganggu mobilitas warga.

Salah satu warga Kampung Cikupa Induk, Agus Jabrik, mengaku bersyukur atas adanya perhatian pemerintah daerah. Namun, ia berharap agar proses penanganan bisa dipercepat mengingat jalan tersebut merupakan akses utama warga.

“Kami senang sudah ada perhatian dari Bu Wabup, tapi kalau bisa jangan nunggu 2026. Soalnya tiap hujan besar jalan ini pasti tergenang, anak-anak yang dikampung Samprok yang sekolahnya di SDN Sukamulya 1 tidak harus muter jauh,” keluh Agus Jabrik.

Hal senada disampaikan Ketua RT 12 RW 05, Mardi Ketel, yang menyebut bahwa genangan di Jalan Sumur Wareng sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir akibat saluran drainase yang tidak berfungsi optimal.

“Masalahnya di drainase yang berada dalam Kawasan Perumahan Bizlink kurang gede dan jalan yang di cor terlalu tinggi ditengah sehingga air menggenang dijalan yang titiknya rendah. Kami harap tahun depan sudah mulai ada perbaikan sementara,” ujarnya.

Dengan adanya kepastian dari pemerintah daerah bahwa penanggulangan banjir di Jalan Sumur Wareng telah masuk dalam rencana anggaran tahun 2026, warga berharap penanganan yang dilakukan nanti dapat benar-benar menyelesaikan persoalan genangan secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *